Lembaga Penjamin Simpanan Terkait Keuangan Negara?

Hangatnya upaya penyelesaian kasus bailout terkait century gate melahirkan berbagai opini dari para praktisi keuangan negara. Berbagai isu terkait masalah ini  dibahas dengan kacamata hukum dan tafsiran mereka masing-masing yang terkadang cenderung malah membingungkan orang-orang awan di luar sana.

Salah topik yang paling krusial dan menarik yang menjadi kunci kotak pandora Century adalah mengenai konsepsi “Apakah LPS termasuk dalam domain keuangan negara atau bukan?”. Kenapa saya mengatakan ini menjadi poin yang krusial, sebab pemahaman inilah yang bisa menentukan apakah kerugian LPS termasuk kerugian negara atau tidak yang notebene menjadi titik terang penyelesaian kasus Century itu sendiri. Sebagai catatan, bahkan diantara pihak-pihak yang terkait kasus ini, katakanlah Budiono, Miranda Gultom, Aulia Pohan, dan Sri Mulyani pun tidak memiliki penafsiran dan pemahaman yang sama tentang konsepsi ini. Ada yang mengatakan LPS termasuk dalam keuangan negara, ada yang tegas mengatakan tidak, dan ada pula yang berada di area abu-abu (tidak memberi pernyataan yang tegas). Lanjutkan membaca “Lembaga Penjamin Simpanan Terkait Keuangan Negara?”

Iklan

Perjuangan Di Hari Libur

LogoDinamika2008
LogoDinamika2008

“Perjungan” atau “Gak Punya “Uang”, ha3. Sebuah anekdot yang membuat diri ini tersenyum sendiri. Pasalnya liburan akhir semester ini saya positif (dengan tingkat keyakinan 85%) tidak akan pulang, bukan pasal karena jenuh melihat kampung halaman tercinta tapi lebih dari sebuah amanah yang belum ditunaikan (ho3) .

Kenapa 85%? Saya sama sekali belum memesan tiket (plane) untuk pulang sementara sebagaimana yang kita tahu semakin dekat hari raya tiket semakin langka jikalaupun ada pastilah dibanderol dengan harga selangit (‘-_-), tipis harapan untuk pulang. (Ibu, maafkan ptramu ini. Aq mengabaikan seruanmu untuk pulang tempo hari :),

Yup… tapi ya sudahlah, ibarat nasi sudah menjadi bubur mending ditambahin ayam plus bawang goreng saja sekalian biar lebih gurih.

Resmi sudah saya menjadi bagian dari panitia Dinamika 2008. Sebuah rangkaian acara selama 4 hari namun memerlukan persiapan 3 buLan. Teman-teman bisa membayangkan betapa besarnya acara ini karena melibatkan lebih dari 200an orang panitia, 2.200an peserta, dan anggaran lebih dari Rp 150an juta.

Wuifhh, amanah besarnya. Kami harus memberikan kesan sepositif mungkin buat teman-teman mahasiswa baru, mulai dari menanamkan mindset sampai membuat mereka  merasa senyaman mungkin dengan mengenal medan (baca: kampus) layaknya mengenal diri mereka sendiri. Menghapus momok ‘study oriented’ tepatnya ‘apatis non produktif‘ dikampus ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Mungkin doktrin sekelas perkataan Khalifah Umar r.a. lah yang mampu menuntaskan budaya itu Ha3…

Mungkin lain waktu akan saya sambung lagi topik ini. Adiozz

Ketika Science Bilang Cinta

Entah siapa penulis puisi cinta ipa ips ini tapi yang jelas sangat kreatif dan saya mendapatkannya dari teman saya yang kuliah di ITS, hal ini pun ikut memicu jiwa sastra amatiran sayadan teman-teman untuk membuat puisi serupa walaupun idenya sudah tidak orisinil lagi (tema’y sama) karena mirip dengan puisi ini.

Kebetulan saat itu sedang berdarah-darah dengan mata kuliah matematika diskret, tertumpahlah semua ungkapan sayang, gombal, berikut serapah buat MK tersebut. Bahkan salah satu teman saya Andre sampai membuat kompilasi puisi serupa untuk 4 mata kuliah berbeda.

Maaf juga karena puisi hasil oprekan saya tersebut sudah hilang entah kemana dan saya juga sudah lupa apa yang saya tulis waktu itu (sekitar 1 tahun yang lalu) jadi iseng-iseng saya posting saja puisi IPA VS IPS ini disini (secara yang ini lebih orisinil) semoga ada yang tersenyum seperti saya ketika membacanya.

Surat Cinta Anak IPS

Hal : Penawaran Kesepakatan Lanjutkan membaca “Ketika Science Bilang Cinta”

hasRat untuk berubah

Ketika aq muda dulu aq pernah bercita-cita untuk
menjadi pemimpin dunia
mengubahnya dengan tanganQu, pemikiranQu, dan idealismeQU
seiring berjalannya waktu, cita-cita itupun terlupa
aq tak pernah menjadi pemimpin dunia

Maka cita-cita itupun agak Qupersempit,
lalu Quputuskan hanya untuk mengubah negriQu
namun, tampaknya hasrat itupun tiada hasiL… .

TatkaLa usiaQu makin senja,
dengan semanagatQu yang masih tersisa
Quputuskan untuk mengubah keluargaQu
orang-orang yang paling dekat denganQu
Kini, sementara aQ berbaring menunggu ajaL menjeLang.. Lanjutkan membaca “hasRat untuk berubah”