“Perjungan” atau “Gak Punya “Uang”, ha3. Sebuah anekdot yang membuat diri ini tersenyum sendiri. Pasalnya liburan akhir semester ini saya positif (dengan tingkat keyakinan 85%) tidak akan pulang, bukan pasal karena jenuh melihat kampung halaman tercinta tapi lebih dari sebuah amanah yang belum ditunaikan (ho3) .
Kenapa 85%? Saya sama sekali belum memesan tiket (plane) untuk pulang sementara sebagaimana yang kita tahu semakin dekat hari raya tiket semakin langka jikalaupun ada pastilah dibanderol dengan harga selangit (‘-_-), tipis harapan untuk pulang. (Ibu, maafkan ptramu ini. Aq mengabaikan seruanmu untuk pulang tempo hari
,
Yup… tapi ya sudahlah, ibarat nasi sudah menjadi bubur mending ditambahin ayam plus bawang goreng saja sekalian biar lebih gurih.
Resmi sudah saya menjadi bagian dari panitia Dinamika 2008. Sebuah rangkaian acara selama 4 hari namun memerlukan persiapan 3 buLan. Teman-teman bisa membayangkan betapa besarnya acara ini karena melibatkan lebih dari 200an orang panitia, 2.200an peserta, dan anggaran lebih dari Rp 150an juta.
Wuifhh, amanah besarnya. Kami harus memberikan kesan sepositif mungkin buat teman-teman mahasiswa baru, mulai dari menanamkan mindset sampai membuat mereka merasa senyaman mungkin dengan mengenal medan (baca: kampus) layaknya mengenal diri mereka sendiri. Menghapus momok ’study oriented’ tepatnya ‘apatis non produktif‘ dikampus ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Mungkin doktrin sekelas perkataan Khalifah Umar r.a. lah yang mampu menuntaskan budaya itu Ha3…
Mungkin lain waktu akan saya sambung lagi topik ini. Adiozz




